Beranda > Tak Berkategori > Pentas Teater "Awang Garang" Teater kelas 2 IPA2

Pentas Teater "Awang Garang" Teater kelas 2 IPA2

“Awang Garang” Teater kelas 2 IPA2

                                     DAFTAR NAMA DAN PERAN TEATHER “AWANG GARANG”

 XI IPA 2

 Pengantar dan Sinopsis:
              Awang Garang adalah sebuah hikayat dari  Kepulauan Riau. Hikayat ini menceritakan kisah hidup seorang pemuda tangguh. Ia adalah seorang pemuda desa yang bekerja pada seorang wanita keturunan china sebagai penjual ikan. Ia sangat terobsesi menjadi seorang pelaut yang mengarungi selat dan lautan di sekitar Kepulauan Segantang Lada.
              Tapi keinginan dia tidak tercapai, karena ia hanya menjadi pekerja, bukan menjadi pelaut. Hal ini tak membuat tekadnya hilang. Setelah beberapa lama akhirnya keinginannya tercapai juga, setelah melalui banyak rintangan. Ketika itu  desa tempat tinggal awang diserang oleh lanun-lanun yang sangat kejam. Mereka tidak segan-segan merampok, membunuuh, dan menculik gadis-gadis desa. Hal ini membuat sultan dan datuk-datuk kesal dan ingin melawan mereka. Akhirnya mereka sepakat akan membuat penjajap (kapal perang) untuk melawan lanun tersebut, dam mereka mulai mencari pekerja untuk membangun penjajap itu. Hal ini terdengar juga oleah awang, iapun ikut mendaftarkan diri menjadi pekerja. Tapi setelah 2x pembuatan, kapal itu tak kunjung selesai. Dan atas usul awang kapal itu akhirnya jadi.
               Tapi, terjadi kecelakaan dimana mata awang terkena lentingan kayu, sehingga matanya buta. Hal ini membuat awang marah dan bersumpah kapal ini tidak akan bias berlayar dan itu memang terjadi. Para datukpun bingung, apalagi putri telah diculik dan sultan minta agar penjajap itu cepat berlayar dan akhirnya mereka meminta bantuan awang. Awangpun setuju, karena putri sultan yang tidak lain kekasih awang juga di culik lanun. Tapi ada beberapa syarat,salah satunya para datuk harus menyiapkan wanita yang sedang hamil sulung. Dan syarat tersebut disetujui oleh para  datuk. Dan benar, kapal itu berhasil berlayar dan awangpun berhasil mengejar lanun yang membawa kekasihnya.
               Akhir cerita, awang berhasil menurunkan kapal tersebut untuk berlayar dan berhasil juga mengejar kapal lanun. Ia juga berhasil menyelamatkan putri yang ditawan oleh lanun. Akhirnya atas restu dari sultan mereka menikah dan hidup bahagia.

                                                                                                                               Seni Budaya Sman 4 Siak, Pembina Yatno S.Sn

Kategori:Tak Berkategori
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: