Beranda > Naskah Teater > Badai Sepanjang Malam

Badai Sepanjang Malam

Karya : MAX ARIFIN

“Sudah setahun aku bertugas di Klaulan. Suatu tempat yang terpacak tegak seperti karang di tengah lautan, sejak desa ini tertera dalam peta bumi. Dari jauh dia angker, tidak bersahabat, panas dan debu melecut tubuh.Ia kering kerontang, gersang. Apakah aku akan menjadi bagian dari alam yang tidak bersahabat ini? Menjadi penonton yang diombangkan ambingkan oleh…barang tontonannya. Setahun telah lewat dan selama itu manusia ditelan oleh alam.

Aku belum menemukan kejantanan di sini. Orang-orang seperti sulit berbicara tentang hubungan dirinya dengan alam. Sampai di mana kebisuan ini bisa diderita? Dan apakah akan diteruskan oleh generasi generasi yang setiap pagi kuhadapai? Apakah di sini tidak dapat dikatakan adanya kekejaman.”

Sebuah kisah guru muda yang berjuang memerdekakan masyarakat dari kebodohan di pulau terpencil.

Naskah ini pernah dimuat dalam buku Kumpulan Drama Remaja, editor A.Rumadi.Penerbit PT Gramedia Jakarta,1988,halaman 25-33

Download naskah ini di sini.

Kategori:Naskah Teater
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: