Beranda > Berita Terbaru, Sejarah Budaya, SENI > Tuah Melayu dalam Masa Kini

Tuah Melayu dalam Masa Kini

Setelah masa penjajahan berakhir orang Melayu pun kemudian bangkit menata kehidupan mereka yang telah hancur oleh penjajah. Orang Melayu telah berazam untuk bangkit membangun kehidupan yang lebih baik: perlahan lahan Melayu bangkit/membangun negaranya berdikit-dikit/mencari obat penyembuh penyakit/mengokohkan daulat walaupun sulit. Berbagai penderitaan akibat penjajahan yang dialami orang Melayu tidak mematahkan orang Melayu untuk bangkit membangun kehidupan mereka. Mereka berupaya untuk menegakan kedaulatan negeri mereka.

Orang Melayu berupaya untuk membangun negeri mereka sendiri dengan memanfaatkan kekayaan alam yang telah dianugerahkan Tuhan kepada mereka: di bumi Melayu pembangunan pesat/baik di laut maupun di darat/banyak peluang boleh didapat/banyaklah usaha boleh dibuat. Peluang orang Melayu untuk membangun negeri mereka sebenarnya sangat banyak tetapi kenyataan menunjukkan bahwa orang Melayu tiada kuasa untuk menanfaatkan itu akibat kurang ilmu: tetapi karena ilmu tak ada/peluang yang ada terbuang saja/diisi orang awak mengangga/akhirnya duduk mengurut dada. Konsekuensinya, orang Melayu tidak bisa menjadi tuan rumah di negeri mereka sendiri akibat lemahnya kualitas diri. Sebaliknya orang lainlah yang menanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki orang Melayu: di bumi Melayu banyak kesempatan/untuk menjadi sumber pendapatan/karena pengetahuan tak ada di badan/orang lain yang memanfaatkan. Orang Melayu hanya menjadi penonton dan objek dari eksploitasi sumber daya alam sehingga hutan dan alam Melayu semakin hari semakin rusak. Bahkan kerusakan alam itu pada akhir menimbulkan penderitaan dan bencana bagi orang Melayu. Orang Melayu digambarkan tidak mempunyai ilmu yang cukup untuk bersaing dengan orang lain: sekarang ilmu menjadi ukuran/untuk mendapat lapangan pekerjaan/tidak peduli Melayu ataupun bukan/siapa mampu dia didahulukan. Ini menunjukkan bahwa orang Melayu selalu kalah dalam persaingan dengan orang lain.

Peningkatan kualitas orang Melayu mesti selalu ditingkatkan sebab salah satu faktor yang menyebabkan kemunduran orang Melayu adalah dalam bidang pendidikan: disinilah tempat Melayu jatuh/karena banyak yang masih bodoh/peluang yang dekat menjadi jauh/nasib pun malang celaka tumbuh. Meskipun syair ini mengambarkan kebodohan orang Melayu, bukan berarti tuah Melayu yang telah redup tidak bisa bangkit kembali. Masih banyak orang Melayu yang mempunyai kemampuan untuk membangkitkan kemajuan Melayu bila mereka dapat bekerja secara bersungguh-sungguh: tentu Melayu tak semuanya bodoh/ada juga yang pandai dan tanggung/apabila mereka bersungguh-sungguh/tentulah dapat hidup senonoh. Kesungguhan inilah yang akan menjadi modal utama bagi orang Melayu untuk dapat membangun negeri mereka sendiri supaya mereka dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Orang Melayu harus selalu berupaya meningkatkan daya saing mereka agar mereka dapat sejajar dengan bangsa lain.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: