Beranda > Sejarah Budaya > Tuah Melayu

Tuah Melayu

Dalam melihat keagungan Melayu, sebagian orang memberikan pujian dan sebagian lain justru melecehkan: terhadap Melayu banyak bahasan/ada menyanjung ada melecehkan/ ada memuji berlebih-lebihan/ada mengeji penuh ejekan. Ini bermakna adanya perbedaan dalam memandang kejayaan orang Melayu pada masa lalu dan keberadaan orang Melayu tidak hanya dinilai oleh orang Melayu sendiri tetapi juga oleh pengakuan orang lain.

Syair ini memberikan pengakuan bahwa rumpun Melayu itu adalah bangsa yang bertuah sebab mereka memiliki kekayaan berlimpah. Kejayaan dan kelebihan orang Melayu pada masa lalu telah diakui banyak orang: sudah tercatat dalam sejarah/Rumpun Melayu bangsa bertuah/kerajaan banyak harta berlimpah/daulatnya tegak marwah pun megah. Kejayaan orang Melayu pada masa dahulu didukung pula oleh kekayaan alam yang terkandung dalam bumi Melayu: dahulu Melayu pernah terbilang/lautnya luas tanahnya lapang/hutannya lebat ladang terbentang/buminya sarat berisi tambang. Kenyataan memang menunjukkan bahwa bumi Melayu memang mengandung banyak kekayaan tambang yang dapat dipergunakan untuk kemajuan orang Melayu. Dalam syair ini tidak secara khusus disebutkan nama wilayah Melayu itu. Namun demikian, wilayah Melayu yang dimaksud tampaknya adalah Provinsi Riau sebab bila kita lihat dari asal pengarang, syair ini memang ditulis oleh seorang budayawan Riau. Penyebutan beberapa kerajaan Melayu yang berada di Riau dalam syair ini juga menunjukkan bahwa wilayah Melayu yang dimaksud adalah Riau. Sebagai sebuah Provinsi di Indonesia, Riau memang memiliki kekayaan alam yang melimpah seperti laut, hutan, dam minyak bumi. Sesungguhnya, makna bumi Melayu dalam syair ini tidak hanya terbatas pada Riau sebab untaian sejarah yang disampaikan juga berkaitan erat dengan keberadaan Melayu di Melaka dan Johor. Ini bermakna bahwa penggunaan istilah Melayu dalam syair ini bersifat luas dan tidak hanya dalam wilayah teritorial Riau tetapi juga bagi wilayah lain yang dihuni oleh pribumi Melayu.

Syair ini memberikan gambaran yang “sempurna” terhadap orang Melayu sebab mereka tidak hanya mempunyai kekayaan dan keindahan alam tetapi mereka juga berprilaku mulia seperti peramah, mudah bernegosiasi dan bermurah hati: negeri Melayu ternama indah/orangnya baik laku peramah/dibawa berunding mereka mudah/terhadap pendatang hati pemurah. Kondisi “sempurna” ini pula tampaknya yang mendorong lahirnya sebutan “tuah” bagi orang Melayu. Saat ini ada satu kota yang diberikan sebutan sebagai “kota bertuah”, yaitu kota Pekanbaru yang juga merupakan ibu kota Provinsi Riau. Provinsi Riau memang dikenal sebagai “negeri” orang Melayu dan bahkan Provinsi Riau telah dideklarasikan sebagai pusat kebudayaan Melayu.

Kategori:Sejarah Budaya
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: