Beranda > Berita Terbaru > Bertaruh nyawa ke sekolah

Bertaruh nyawa ke sekolah

Setelah potret perjalanan anak-anak di Lebak, Banten, ke sekolah mencengangkan dunia, kali ini rute perjalanan para pelajar dari Desa Sumua Bana, Padang Pariaman, Sumatera Barat, menuai perhatian.
Potret “petualangan” anak-anak sekolah dasar ini menjadi salah satu berita di halaman depan The Sun, Selasa (23/4/2013) siang.

Dalam berita berjudul “Is this the most dangerous school run in the world?” tersebut tercantum empat foto dengan kredit dari Barcroft Media.

Keempat foto tersebut menunjukkan bagaimana anak-anak berseragam merah putih itu dalam perjalanan pulang ujian dari sekolah mereka di Pariaman dengan meniti tali kawat sambil berpegangan di sebilah bambu panjang dari sebuah jembatan yang rusak.

Mereka melewati jembatan yang menghubungkan wilayah tempat tinggal mereka dengan wilayah Pariaman yang berarti “tempat yang aman”.

Jembatan tersebut rusak dalam bencana gempa bumi pada 2008 dan belum juga diperbaiki hingga saat foto diunggah oleh The Sun tertanggal 22 April 2013.

Disebutkan, banyak warga di kedua sisi sungai itu yang tak mau mengambil risiko menyeberang sungai melalui jembatan tersebut, tetapi anak-anak ini justru tampak menikmati perjalanan melalui jembatan layaknya permainan outbond.

Hanya saja, The Sun menuliskan, keselamatan anak-anak ini terancam. Sekali saja salah langkah, mereka akan jatuh ke sungai bersama buku pelajaran dan seluruh pekerjaan rumah mereka.

Kategori:Berita Terbaru
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: