Beranda > Berita Terbaru > Bicara Beyond Photography

Bicara Beyond Photography

Bicara Beyond Photography Pameran besar fotografi seni dalam Beyond Photography di Ciputra Artpreneur Center (Ciputra Artspace) sudah selesai diselenggarakan dengan sukses. Hal tersebut terlihat dari antusias pengunjung dalam mengapresiasi karya seni fotografi yang dipamerkan. Namun, pekerjaan para fotografer dan seniman seni rupa belumlah selesai sampai disini. Berbagai macam persoalan mendasar timbul setelah pameran ini terungkap dalam diskusi yang bertajuk ART TALK Beyond Photography yang dilaksanakan di Ciputra Artpreneur Center.

Acara diskusi yang menghadirkan para peserta pameran, undangan dan kolektor barang seni dengan narasumber Jim Supangkat dan Asmudjo J. Irianto sebagai kurator pameran, berlangsung menarik, dan ada beberapa perdebatan yang timbul dalam diskusi ini. Diawali oleh kesan-kesan dari peserta pameran mengenai Beyond Photography yang lain dari biasanya, dan mereka rata–rata menyukai tantangan ber-fotografi seperti ini. Seorang peserta pameran Kayus Mulya yang juga fotografer komersil yang sering mendapatkan order pemotretan untuk iklan–iklan mobil mempertanyakan mengenai Kuratorial pameran fotografi ini yang tidak melibatkan kurator dari ‘orang’ fotografi. Pertanyaan serupa juga dilempar oleh Ray Bachtiar Dradjat yang juga hadir sebagai undangan. Karena yang selama ini diketahui, Jim Supangkat dan Asmudjo J. Irianto adalah seorang kurator seni rupa.

Dalam tanggapannya, narasumber mengungkapkan bahwa kalau dilihat dari kapasitasnya sebagai ‘orang’ seni rupa mungkin banyak yang mepertanyakan hal seperti ini. Namun, pengertian photography pada tema pameran ini (Beyond Photography) adalah pemahaman umum tentang fotografi di Indonesia yang tentunya harus diberi patokan, karena pemahaman ini tidak didasarkan suatu paradigma untuk mengungkapkan bahwa ini bukan suatu definisi atau teori fotografi, tapi lebih kepada pengungkapkan karya personal (exspresi) dan bukan karya foto yang dibuat berdasarkan pesanan.

Dalam kesempatan lain, Ray Bachtiar Dradjat yang juga sebgai founder Komunitas Lubang Jarum Indonesia (Pinhole Camera) mempertanyakan tidak dilibatkannya Pinhole Camera pada pameran Beyond Photography. Padahal kalau dilihat dari tujuannya untuk pemetaan fotografi di Indonesaia dan perkembangannya, Pinhole Camera (Kamera Lubang Jarum) tidak akan terlepas dari sejarah fotografi saat ini. Pertanyaan ini dijawab oleh panitia penyelenggara, bahwa tidak dilibatkannya kamera lubang jarum pada pameran ini merupakan kekhilafan dari panitia dimana waktu tiga bulan untuk mempersiapkan pameran ini tidak cukup untuk menampung semua aspirasi dari para fotografer, dan panitia meminta maaf atas kealfaannya ini, dan ini merupakan masukan untuk pameran kedepannya.

Sebuah gebrakan pada pameran Beyond Photography telah membuka kembali mata para fotografer bahwa karya fotografi personal ketika di lihat dari sudut pandang seni rupa maka akan beragam karya dan bentuk yang ditampilkan, juga mempunyai berbagai pemahaman yang berbeda, tergantung dari bagaimana menangkap apa maksud dan tujuan pameran ini. Jangan sampai masyarakat Indonesia yang cenderung konsumtif saat ini hanya menjadi sasaran empuk para produsen kamera dari berbagai merek yang beredar saat ini dengan menawarkan berbagai fitur pada kamera yang sekarang lebih cenderung menggunakan filter–filter seperti hasil karya seni rupa (lukisan). Kalau sampai terjebak hanya pada industri fotografinya (alat) saja, maka fotografer akan selalu dalam wacana (perdebatan alat) saja dan hanya sedikit berkarya. Namun yang ditangkap dalam Beyond Photography ini, fotografer dibebaskan untuk berkreasi dengan bentuk ataupun media yang tidak lazim dalam fotografi (pesanan), yang sebenarnya ini akan lebih kaya lagi apabila pinhole (kamera lubang jarum) terlibat didalamnya.

Semoga perkembangan fotografi Indonesia kedepannya akan lebih beragam dan menghasilkan karya–karya yang bisa dikoleksi oleh para kolektor seperti halnya barang seni lainnya, yang tentunya ini menjadi sebuah tantangan sekaligus peluang bagi para fotografer bahwa seni fotografi masih diperhitungkan dalam dunia seni saat ini, dan tidak terlepas dari perkembangan jaman tergantung kita menyikapinya.
Read more at http://indonesiakreatif.net/news/liputan-event/bicara-seni-di-beyond-photography/#WuOURmHhmpMZovg3.99

Kategori:Berita Terbaru
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: